Sabtu, 15 November 2014

11 Rahasia Mendapatkan Tidur yang Lebih Baik

Mendapatkan tidur yang cukup merupakan hal sulit. 
Menurut data statistik dari Centers for Disease Control and Prevention, sekitar 30-40 persen pria dan wanita mendapatkan tidur kurang dari 7 jam per malam. Sekitar sepertiga orang dewasa secara tidak sadar tidur di siang hari selama 30 hari terakhir, dan lebih dari 41000 orang tewas atau terluka karena tidur saat berkendara.

Mendapatkan tidur penuh selama 7 jam tidaklah mudah, terutama dengan tingkat stress dalam hidup dan pekerjaan. Pengaruh lain juga disebabkan oleh komputer dan perangkat lain yang memproyeksikan cahaya ke dalam sistem optik kita.

Berikut adalah tips untuk memperoleh tidur yang cukup dan terbangun dengan keadaan bugar:
  • Lupakan Aturan. Pertama, mengenai tidur 8 jam per malam. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang tidur selama 7 jam mendapatkan umur yang lebih panjang. Risiko tingkat kematian akan lebih besar bagi mereka yang tidur selama 7 jam lebih. Tidur selama 7 jam juga memberikan performa kognitif yang lebih baik.
  • Gunakan Lampur Berwarna Merah. Paparan cahaya di malam hari dalam bentuk apapun - televisi, ponsel, lampu, laptop - dapat menekan produksi melatonin, hormon yang merespon secara seimbang antara tidur dan terbangun. 
  • Olahraga di Pagi Hari. Olahraga di pagi hari adalah cara terbaik untuk mendapatkan tidur di malam hari.
  • Tinggalkan Alkohol. Minum alkohol sebelum tidur mungkin akan membuat Anda terkantuk, tetapi hal ini juga akan membuat Anda terbangun sebelum waktu normal. Yang akhirnya Anda akan mengalami kurang dan susah tidur.
  • Hilangkan Gangguan.  Artinya, Anda harus mematikan TV, komputer, dan ponsel.
  • Atur Jam Alarm. Disiplin lah untuk bangun pada tidur.
  • Konsisten. Tidurlah di jam yang sama setiap malam dan bangun di jam yang sama setiap pagi. Termasuk Sabtu dan Minggu. 
  • Kenali Kebiasaan Anda. Hal yang mungkin bisa Anda gunakan untuk mendapatkan tidur yang baik adalah meditasi, mandi air panas, membaca, atau melakukan relaksasi, lakukan dengan konsisten. 
  • Tidur Siang. Tidur siang selama 10-20 menit per hari dapat membantu jika Anda merasa lelah.
  • Berhubungan Sex. Bukan rahasia lagi jika berhubungan sex dapat menghilangkan stress. 
  • Ikuti Saja. Jika Anda terbangun di malam hari dan tidak bisa kembali tidur dalam 20-30 menit, jangan frustasi. Lakukan hal yang dapat membuat Anda santai, seperti membaca, meditasi, mendengarkan musik, atur pernapasan. Hal ini akan membantu Anda untuk tidur kembali.
Anda bekerja keras, bermain, dan mengingingkan hidup yang berarti. Tidak akan didapatkan jika Anda tidak memiliki kualitas tidur yang baik.


Sumber: Huffingtonpost

Benarkah Unicorn Telah Ditemukan?

Unicorn mungkin hanya ada di dalam dongeng, tapi rusa bertanduk satu memiliki kemiripan yang sangat meyakinkan. Rusa kecil ini memiliki tanduk langka dengan kelainan pada bentuknya, tumbuh tulang lancip berbentuk kerucut di tengah kepalanya. Ditembak oleh pemburu di Celje, Slovenia, kerangka dari rusa ini menunjukkan kelainan bentuk yang menakjubkan. Kemungkinan penyebabnya adalah cedera saat tanduk tersembut mulai tumbuh.

Kerangka Unicorn


Dr Pokorny, asisten direktur lembaga penelitian ekologi Erico Velenje mengatakan tanduk tersebut merupakan hasil keturunan, dan biasanya tumbuh di dua tempat di tengkorak yang disebut pedikel. Kedua pedikel berada dalam keadaan terpisah,tapi dalam kasus ini tanduk besar tumbuh dalam satu pedikel yang besar.

Rusa dengan Tanduk Normal


Pemburu diizinkan untuk menembak spesies rusa terbanyak di Slovenia, dan rusa yang satu ini dipilih karena usianya. Rusa bisa kehilangan tanduknya dengan berbagai cara, termasuk masa kawin. Dr Pokorny mengatakan pemburu menembak rusa ini bukan dikarenakan mirip dengan unicorn, tetapi menembak karena rusa tersebut hanya seperti kehilangan satu tanduknya.

Ilustrasi Unicorn


Menghabiskan waktu di bawah sinar matahari membuat rusa jantan mengeluarkan testosteron, yang memicu tumbuhnya tanduk. Pada awalnya, tanduk yang tumbuh cukup lunak, yang terdiri dari jaringan lunak, darah dan saraf, serta ditutupi oleh lapisan kulit. Tanduk akan mengeras pada saat berumur 6 bulan kemudian, tanduk merupakan bagian sensitif, yang menyebabkan rasa sakit saat terluka.


Sumber: Dailymail

Bayi Yang Selalu Tersenyum Bahkan Sebelum Dilahirkan

Leo Hargreaves terlihat senang dengan dunianya, bahkan sebelum ia dilahirkan. Orangtua Leo percaya anak mereka adalah bayi tersenang di Inggris, terbukti dengan wajah senyumnya yang selalu melekat.
Gambar menakjubkan diambil pada saat ia berusia 31 minggu.

Senang: Scan 4D dari Leo Hargreaves


Ibunya, Amy Cregg,24, mengatakan cukup terkejut dengan hasil scan bayinya, tapi itu baru permulaan. Setelah dilahirkan, ia selalu tersenyum. Bahkan pada saat tidur. Mendekati usia 5 bulan, Leo dijuluki bayi paling bahagia di Inggris.



Saat ini bayi perempuan Leo telah menarik banyak pihak untuk kepentingan model, tapi mereka lebih tertarik jika usia Leo sudah lebih matang.

Leo yang Berusia 5 Bulan Tersenyum Saat Tidur


Orangtua Leo, Amy Cregg dan Leighton Hargreaves Mengaku Telah Mendapat Penawaran Dari Perusahaan Model yang Tertarik Dengan Senyum Leo





Sumber: Dailymail

Aliran Lava Hancurkan Pemukiman Penduduk

Lava yang mengalir di lereng bukit membakar semua yang dilewatinya, ini adalah momen saat lava menghancurkan rerumputan di Hawaii. Api pada lava tersebut menghasilkan letupan asap dengan suhu hampir 2000 derajat Fahrenheit. Sebuah pulau besar yang pernah dikagumi, kini berubah bagaikan neraka.

Erupsi lava di Gunung Berapi Kilauea Hawaii terjadi pada 27 Juni. Lava yang mengalir hingga sejauh 13 mil tersebut melewati daerah dengan 1000 penduduk yang juga ikut menghancurkan pemakaman dan bangunan. Meletusnya Kilauea terus berlanjut selama 31 tahun. Bencana ini telah menghancurkan 180 rumah antara tahun 1983 dan 1990.

Membakar Semua yang Dilewatinnya

Tak Terhentikan: Aliran Lava Menghasilkan Letupan Api


Mimpi Buruk: Hancurnya Pulau yang Sempat Dikagumi


Mengungsi: Rumah Penduduk yang Pertama Kali Menjadi Amukan Lava


Pengawasan: Ahli Geologi Melakukan Pemeriksaan



Sumber: Dailymail

Jumat, 14 November 2014

6 Hewan Dengan Mata Palsu di Tubuh Mereka

Sepasang mata bisa tampak indah. Misterius. Menarik. Juga bisa menipu, itulah yang ada pada dunia hewan, beberapa spesies memiliki mata palsu di tubuh mereka.

Tampak seperti bola mata,terdapat pada ikan, katak, kupu-kupu, dan burung serta serangga, yang membuat ilmuwan terpesona selama berabad-abad, dan ilmu tentang bola mata ini mengungkapkan beberapa kejutan.

Ulat Dengan Tatapan Ular

 

Kupu-kupu Mengepakkan Matanya

 

Katak Dengan Tampilan Beracun

 

Ikan Yang Menipu Musuh

 

Tampilan Mengagumkan Laba-laba Merak

 

Kepingan Ekor Merak



Sumber: BBC

Minggu, 09 November 2014

Westerling pun Tersenyum

Judul: 
Tragedi Westerling, Sang Pembantai Rakyat Indonesia

Penulis:
Agus N. Cahyo

Penerbit:
Palapa

Tahun:
Cetakan Pertama, April 2014

Jumlah Halaman:
138

ISBN:

9786022791270



“Tragedi Westerling: Sang Pembantai Rakyat Indonesia” merupakan buku yang menceritakan sejarah Indonesia usai proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pembantaian ini bermula setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, dan Belanda ingin menduduki kembali negara bekas jajahannya, yaitu Indonesia.

Namun, datangnya Belanda usai Jepang menyerah kepada Sekutu mendapat penolakan dan perlawanan dari rakyat Indonesia yang mencurigai adanya kepentingan dari pihak Belanda. Akhirnya terjadi peperangan di mana-mana, kontak senjata dan diplomasi dilakukan demi mempertahankan bumi pertiwi.

Buku “Tragedi Westerling: Sang Pembantai Rakyat Indonesia”, dilihat dari judulnya saja sudah membangkitkan ketegangan bagi pembaca. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “Tragedi” memiliki arti sandiwara sedih (pelaku utamanya menderita kesengsaraan lahir dan batin yang luar biasa atau sampai meninggal). Dari judul ini sudah dapat menggambarkan kekejaman dan kesadisan yang dilakukan Westerling terhadap korbannya, yaitu rakyat Indonesia.

Bahkan sepenggalan lirik lagu Iwan Fals yang berjudul “Pesawat Tempurku” juga menggunakan kalimat “Westerling pun Tersenyum” yang menggambarkan kondisi pemerintahan Indonesia pada masa orde baru di bawah kepemimpinan Soeharto yang acuh tak acuh melihat rakyat yang sengsara seperti Westerling yang tidak memiliki belas kasih.

Sebelum masuk ke dalam topik utama buku ini, penulis memberikan ‘pintu masuk’ yang saya katakan tepat. Di awal ulasannya penulis memberikan penjabaran terlebih dahulu mengenai awal-mula konflik yang terjadi antara Indonesia dan Belanda. ‘Pintu masuk’ ini yang menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di antara konflik Indonesia-Belanda, dan mengapa Westerling datang ke Indonesia.

Beberapa ulasan mengenai konflik Indonesia-Belanda dijelaskan penulis dengan singkat, padat dan jelas. Penulis menceritakan kisahnya tidak bertele-tele. Sehingga pembaca tidak cepat merasa bosan.

Perjuangan melalui diplomasi juga dibahas dalam buku “Tragedi Westerling: Sang Pembantai Rakyat Indonesia”. Setidaknya ada 8 perjuangan diplomasi yang diulas dalam buku ini. Semuanya disajikan dengan singkat dan jelas, karena buku ini langsung menjelaskan ke pokok persoalan. Sehingga dengan membaca 8 perjuangan melalui diplomasi ini, pembaca tidak cepat merasa jenuh.

Menurut saya, dalam buku ini masih banyak penggunaan kata yang keliru untuk penempatannya di awal kalimat. Seperti yang terdapat pada halaman 36 & 37, beberapa awal kalimatnya menggunakan kata “Di”. Sebaiknya untuk penulisan di awal kalimat tidak menggunakan kata depan “Di”

Ada beberapa kata pula yang menurut saya ada baiknya jika penulis memberikan penjelasan atau keterangan mengenai kata itu. Contohnya saja kata “kontraspionase” (hal. 39, baris ke-3), karena tidak semua pembaca memahami kata tersebut.

Terdapat pula kalimat yang rancu, seperti “Yang dapat diterima menjadi anggota pasukan para tidak boleh melebihi tinggi 1,85 m, dan berat badan tidak lebih dari 86 kg” (hal 39, paragraf terakhir). Sebenarnya apa pengertian “para” yang dimaksud penulis? Jika para adalah nama dari pasukan seharusnya awal hurufnya menggunakan huruf kapital.

Selain itu juga penulis seperti tidak konsisten dalam penulisannya, seperti “pasukan para” (hal 39, paragraf terakhir), “Pasukan Para” (hal. 40, paragraf 2), “pasukan Para” (hal. 40, paragraf 2, baris 4). Sebenarnya yang mana penulisan yang benar?

Penggunaan kata “karena” di awal kalimat menurut saya kurang tepat. Seperti yang ada pada halaman 44 baris pertama. Penulis menggunakan kata “karena” di awal kalimatnya. Seharusnya kata "karena" digunakan ditengah kalimat sebagai kata penghubung.

Dalam Bab 4 yang menjelaskan “Tragedi Berdarah Pembantaian Westerling” menurut saya isinya terlalu singkat dan kebanyakan menjelaskan jumlah korban pembantaian Westerling. Padahal isi ini adalah yang dinantikan pembaca, akan lebih menarik jika penulis dapat lebih mendeskripsikan kekejaman yang dilakukan Westerling secara lengkap, karena ini merupakan Bab yang menjelaskan topik utamanya. Harusnya klimaks bisa lebih terasa pada Bab 4 ini.

Pada halaman 64 buku ini menjelaskan perbandingan Westerling dengan Adolf Hitler yang menurut saya tidak terlalu penting untuk diulas. Apabila perbandingan ini dihilangkan dan porsi mengenai kekejaman Westerling ditambah maka ceritanya akan lebih menarik.

Ada beberapa kutipan menarik dalam buku ini, “Saya bertanggung jawab dan bukannya prajurit yang ada di bawah saya. Perbuatan itu adalah tindakan saya pribadi. Jumlah persisnya korban bisa dibaca pada laporan patroliku,” kata Westerling.

“Saya bertanggung jawab pada perbuatan saya, tapi orang harus dapat membedakan antara kejahatan perang dengan langkah tegas, konsekuen, dan adil dalam keadaan yang sulit.” Westerling menambahkan, “Sadisme yang tersembunyi dalam diri orang lebih cepat mekar dalam keadaan perang ketimbang dalam situasi normal.”

Itulah beberapa kalimat yang sempat diutarakan oleh Westerling. Dari kalimat itu sudah menimbulkan gambaran bagaimana kejamnya Westerling pada saat ia memimpin pasukan untuk membantai rakyat Indonesia.

Sabtu, 08 November 2014

Penjaga Hutan Ini Menjalin Keluarga dengan Gorila


Andre Bauma with Ndakasi
Bauma & Ndakasi

Polisi hutan Andre Bauma telah merawat gorila gunung di Virunga, taman nasional tertua di Afrika, selama 7 tahun terakhir, dan mengatakan bahwa ia menyayanginya seperti anaknya sendiri.


Seekor gorila, Ndakasi, memiliki hubungan dekat dengan Bauma. Gorila betina ini menganggap Bauma seperti induknya sendiri. “Kami berbagi tempat tidur, bermain bersama, dan saya juga memberinya makan, saya sudah seperti induknya,” kata Bauma.


Mereka bertemu dalam keadaan mengerikan. Ndakasi pada saat itu baru berumur dua bulan ketika induknya ditembak dari jarak dekat di bagian kepala belakangnya, seperti sebuah “eksekusi”. Ketika ditemukan, Ndakasi masih tetap memeluk tubuh induknya yang sudah mati. “Dia masih kecil, dan beratnya hanya beberapa kilo,” kata Bauma. Saat itu Bauma memutuskan untuk merawatnya.


“Setiap satu kehidupan gorila sangat penting karena termasuk hewan terancam punah, jadi kami memutuskan untuk merawatnya,” ujar Bauma.


Ndakasi dilahirkan ke dalam bagian kelompok terkenal gorila gunung yang biasa disebut keluarga Rugendo, yang 7 anggota keluarganya dibantai pada penyerangan di tahun 2007 yang membuat Ndakasi kehilangan induknya.


Tidak ada yang percaya Ndakasi dapat bertahan hidup, sekarang ia telah tumbuh sehat mencapai bobot 65 kg. Ndakasi tetap bertingkah seperti bayi. “Setiap dia melihatku dia langsung menaiki punggung saya, kebiasaan yang selalu dilakukan kepada induknya. Dia besar dan kuat, saya seperti tidak pantas bermain dengannya. Ketika ia naik ke punggung, saat itu juga saya cemas akan menyakiti diri sendiri, kenyataannya pun saya memang memiliki sakit punggung,” kata Bauma.

 Andre with an orphaned gorilla

Telah diputuskan ia akan tinggal di penampungan untuk sekarang. Artinya, Bauma akan menghabiskan waktu tiga minggu di Virunga dengan keluara gorilanya dan seminggu di rumah bersama keluarganya.

“Keluargaku memahami bahwa pekerjaan saya dengan gorila itu penting. Saya tidak mengatakan bahwa saya mencintai gorila daripada keluarga saya di rumah tapi saya tetap memperlakukan mereka dengan adil, mereka sangat penting bagi saya. Saya harus membagi cinta kepada gorila dan keluarga saya,” katanya. 


Sumber: BBC